Rabu, 23 Mei 2018

Kumpulan Foto Dzuriyah Pp. Darur Roja'...






































































Keutamaan Sholat Tarowih Pada Setiap malam

Dalam kitab Dzurrotun Nashihin halaman 18-19 dijelaskan secara lengkap mengenai keutamaan salat Tarawih di setiap malam sepanjang bulan Ramadhan:

(Malam Ke- 1)
عَنْ عَلِىِّ بْنِ اَبِىْ طَالِبٍ رَضِىَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ اَنَّهُ قَالَ سُئِلَ النَّبِىُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَنْ فَضَائِلِ التَّرَاوِيْحِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ فَقَالَ يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ

“Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa sesungguhnya beliau berkata: Nabi SAW pernah ditanya tentang keutamaan salat Tarawih di bulan Ramadlan. Maka Nabi menjawab: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar kembali seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.”

(Malam Ke– 2)
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ يُغْفَرُ لَهُ وَلِأَبَوَيْهِ اِنْ كَانَا مُؤْمِنَيْنِ

“Pada malam kedua, orang yang sholat Tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.”

(Malam Ke– 3)
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ يُنَادِيْ مَلَكٌ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ اِسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ

“Pada malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.”

(Malam Ke– 4)
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ قِرَاءَةِ التَّوْرَاتِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ

“Pada malam kempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.”

(Malam Ke– 5)
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَنْ صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ الْمَسْجِدِ الْمَدِيْنَةِ وَالْمَسْجِدِ الْاَقْصَى

“Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang salat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsho.”

(Malam Ke– 6)
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى ثَوَابَ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ حَجَرٍ وَمَدْرٍ

“Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanahpun memintakan ampunan untuknya.”

(Malam Ke– 7)
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا اَدْرَكَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ

“Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.”

(Malam Ke– 8)
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مَا اَعْطَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ

“Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.”

(Malam Ke– 9)
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ فَكَأَنَّمَا عَبَدَ اللهَ تَعَالَى عِبَادَةَ النَّبِىِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

“Pada malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para Nabi.”

(Malam Ke– 10)
وَفِى اللَّيْلَةِ الْعَاشِرَةِ يَرْزُقُهُ اللهُ تَعَالَى خَيْرَىِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Pada malam yang kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun adi khirat.”

(Malam Ke– 11)
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا كَيَوْمٍ وُلِدَ مِنْ بَطْنِ اُمِّهِ

“Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.”

(Malam Ke– 12)
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ

“Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.”

(Malam Ke– 13)
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمْنًا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ

“Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.”

(Malam Ke– 14)
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةَ عَشَرَةَ جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُوْنَ لَهُ اَنَّهُ قَدْ صَلَّى التَّرَاوِيْحَ فَلَا يُحَاسِبُهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan sholat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.”

(Malam Ke– 15)
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةَ عَشَرَةَ تُصَلِّى عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَحَمَلَةُ الْعَرْشِ وَالْكُرْسِىِّ

“Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arasy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.”

(Malam Ke– 16)
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةَ عَشَرَةَ كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ مِنَ الْجَنَّةِ

“Pada malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.”

(Malam Ke– 17)
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةَ عَشَرَةَ يُعْطَى مِثْلَ ثَوَابَ الْاَنْبِيَاءِ

“Pada malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para Nabi.”

(Malam Ke– 18)
وَفىِ اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةَ عَشَرَةَ نَادَى مَلَكٌ يَاعَبْدَ اللهِ اَنَّ اللهَ رَضِىَ عَنْكَ وَعَنْ وَالِدَيْكَ

“Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridloimu dan kedua orang tuamu.”

(Malam Ke– 19)
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةَ عَشَرَةَ يَرْفَعُ اللهُ دَرَجَاتَهُ فِى الْفِرْدَوْسِ

“Pada malam kesembilan belas, Allah akan mengangkat derajatnya di surga Firdaus.”

(Malam Ke– 20)
وَفِى اللَّيْلَةِ الْعِشْرِيْنَ يُعْطَى ثَوَابَ الشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ

“Pada malam kedua puluh, akan diberi pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang salih.”

(Malam Ke– 21)
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ مِنَ النُّوْرِ

“Pada malam kedua puluh satu, Allah akan membangun rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuknya.”

(Malam Ke– 22)
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ

“Pada malam kedua puluh dua, jika hari kiamat tiba maka ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.”

(Malam Ke– 23)
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ وَالْعِشْرِيْنَ بَنَى اللهُ لَهُ مَدِيْنَةً فِى الْجَنَّةِ

“Pada malam kedua puluh tiga, Allah akan membangun kota di dalam surga untuknya.”

(Malam Ke– 24)
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ وَالْعِشْرِيْنَ كَانَ لَهُ اَرْبَعٌ وَعِشْرُوْنَ دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً

“Pada malam kedua puluh empat, akan memperoleh dua puluh empat doa yang mustajab.”

(Malam Ke– 25)
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ وَالْعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَذَابَ الْقَبْرِ

“Pada malam kedua puluh lima, Allah akan menghilangkan siksa kubur darinya.”

(Malam Ke– 26)
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ ثَوَابَهُ اَرْبَعِيْنَ عَامًا

“Pada malam kedua puluh enam, Allah akan meningkatkan pahalanya selama empat puluh tahun.”

(Malam Ke– 27)
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاظِفِ

“Pada malam kedua puluh tujuh, di hari kiyamat ia melewati jembatan Shirathal Mustaqim secepat sambaran kilat.”

(Malam Ke– 28)
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ اَلْفَ دَرَجَةٍ فِى اْلجَنَّةِ

“Pada malam kedua puluh delapan, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.”

(Malam Ke– 29)
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ أَعْطَاهُ اللهُ ثَوَابَ اَلْفِ حَجَّةٍ مَقْبُوْلَةٍ

“Pada malam kedua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima.”

(Malam Ke– 30)
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّلاَثِيْنَ يَقُوْلُ اللهُ  يَاعَبْدِى كُلْ مِنْ ثِمَارِ اْلجَنَّةِ وَاغْتَسِلْ مِنْ مَاءِ السَّلْسَبِيْلِ وَاشْرَبْ مِنَ اْلكَوْثَرِ اَنَارَبُّكَ وَاَنْتَ عَبْدِى

“Pada malam ketiga puluh, Allah berkata: Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air Salsabil, dan minumlah di telaga Kautsar. Sesungguhnya aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hambaku.”

"Wallohu A'lam BisShowab"

Selasa, 22 Mei 2018

Kebiasaan Unik Santri..

Kebiasaan unik yang sering dialami oleh santri..

Santri, nama tersebut sudah tidak asing di telinga masyarakat, karna santri lebih terkenal pada orang orang yang berkehidupan di pondok pesantren..
Santri sendiri juga mempunyai keunikan tersendiri, yang antara lain ;

> Tidak hanya mengaji..
Selain mengaji, mereka juga bisa berkarya, seperti membenahi bangunan yang rusak, sesuatu yang seharusnya di tangani oleh ahlinya, mereka sering kali menangani dengan sendiri, walaupun sebenarnya tidak bisa dan memang belum pernah, tapi karna berbekal tekat dan keyakinan, mereka pun bisa dengan sendirinya,. dengan tujuan untuk pembelajaran bagi mereka sendiri, karena itulah yang juga menjadi bekal kelak saat mereka sudah hidup bermasyarakat..

> Gembira saat datangnya sambangan..
Dalam satu bulan satu kali, yang biasanya jatuh pada hari minggu, mereka dengan sabarnya menanti panggilan dari petugas sambangan, sampai namanya terpanggil keras di speacker pengumuman.. santri yang biasanya di jenguk oleh orang tua nya, mereka saling melepas rindu (ooh sosweet) dan orang tuanya pun berbondong bondong membawakan oleh oleh dari rumah untuk si santri tersebut.. yang sebenarnya yang dinanti nantikan bukan itu, melainkan uang jajan.. 😁😂

> Nangis, 😣 karna tidak disambang..
Biasanya, keunikan ini sering terjadi pada santri yang rumahnya jauh sampai sampai menyebrang pulau.. yang pada waktu tanggal sambang, ia tidak di sambang oleh orang tua nya, yang padahal yang lain banyak yang di sambang dan di bawakan oleh oleh.. dan biasanya ia sering meluapkan tangisnya di tempat tempat tertentu seperti belakang pintu, pojok lemari, dan di dalam kamar mandi..

> Satu wadah makan bisa untuk berlima bahkan sampai sepuluh anak..

Ini juga menjadi ciri khas para santri, yang biasanya satu piring untuk sendiri, disini satu piring atau satu wadah, bisa untuk berlima ber enam bahkan sampai sepuluh anak., dengan tanpa memandang apa yang ada di depan nya, langsung santab, siapa cepat dia kenyang,. Walau panas sekalipun..

> Kekenyangan dan kelaparan..
 Kebiasaan unik ini hanya ada di pondok pesantren, yang biasanya mereka meluapkan rasa laparnya saat ada makanan yang melimpah..
Maka dari itu, tak ada bahasa lapar atau kenyang dalam kehidupan santri, yang ada hanya kelaparan dan kekenyangan..

> Gak bingung ketika kehabisan alat mandi..
 Karna kehidupan yang sifatnya bersama, maka "tek ku yo tek mu, tek mu yo tek ku"
Punyaku punyamu juga, punyamu punyaku juga.. jadi gak bingung laah ketika alat mandi sampek kehabisan,.

> Tidur saat Ngaji..
 Hal yang semacam ini sering kali terjadi saat berlangsungnya pengajian sehabis jamaah subuh. Walaupun tidur di majlis ta'lim, mereka masih juga nyenyak dengan tidurnya, seperti orang yang tak punya hutang.. 😂😂
karna pada waktu itulah para para penggoda mata berkeliaran..👹
Dan menurut mereka mengaji adalah satu sebab datangnya ngantuk..😥

> Langsung bergaya saat ada kamera..📸
Dan hal ini lebih tertuju kepada mbak mbak santri..
Kehidupan di pondok pesantren memang tidak sebebas kehidupan di masyarakat, 😔jadi wajar saja laah kalau mereka kurang kasih sayang dalam hal bergaya serta bergaul..
Lihat saja kalau pas ada kamera, 📸mereka langsung ber post secara otomatis, tak peduli apa dan bagaimana rupa bentuk serta gaya nya..

> Ta'ziran (hukuman)..


 Adalah ta'ziran (hukuman) yang biasanya mereka lakukan yang disitu bersifat sebuah larangan pondok pesantren, seperti pacaran 💑, mengalihkan warna rambut, dan keluar malam tanpa izin misalnya..
Yang sehingga hal seperti itu mengakibatkan santri untuk di ta'zir.. namun sesuai dengan maknanya, Ta'zir, mengkapok kan.. yang dengan tujuan agar si santri tidak mengulangi kesalahan yang telah ia lakukan..

> Nembel..
Dua kitab yang saling berdekatan dengan posisi yang sama.. Kebiasaan unik ini biasanya terjadi karena saat sekolah, saat ngaji, mereka tidak ikut, biasanya hal ini sering terjadi dikarenakan tidur pada waktu mengaji, bolos pada waktu mengaji, sehingga pada ahir tahun, yang mana makna kitab yang penuh adalah menjadi persyaratan kenaikan kelas, mereka bingung untuk memenuhi makna kitab nya, yang kalau teman nya tak ada yang mau membacakan, mereka menembel kitab nya dengan sendiri..

> Jalan jalan..
Santri, yang mungkin suntuk karena disetiap harinya cuma itu itu aja, ngaji jamaah ngaji jamaah, terkadang juga ada yang setiap harinya mengabdi
 dan udara yang mungkin membosankan, santri sangat gembira saat di ajak keluar jalan jalan.. entah apapun dan bagaimanapun tujuannya, bagi mereka adalah udara luar yang segar yang mereka prioritaskan..

Demikian ocehan yang terungkap dari secangkir kopi..

Post by @serambidarurroja
Karangan tulis oleh Jamil Musthofa

Jumat, 18 Mei 2018

Tempat Niat..

(فصل) ولا يصح صوم رمضان الا بتعيين النية وهو ان ينوى انه صائم من رمضان ......
Puasa ramadhan, tidak sempurna bahkan tidak ada keafsahan didalamnya, bagi seseorang yang melakukannya tanpa mentertentukan niat, menentukan bahwa memang ia berpuasa romadhon..

Lalu apakah harus ditentukan bahwa niat yang semacam itu untuk niat dalam kefardhuan ? Ataukah cukup dengan hanya berniat puasa ramadhan saja ?.. ada 2 pendapat yang membahas dalam hal ini..

> قال ابو إسحق يلزمه ان ينوي صوم فرض رمضان لأن صوم رمضان قد يكون نفلا في حق الصبي فيفتقر الى نية الفرض لتميزه من صوم الصبي

Yang pertama pendapat menurut Abu Ishaq "wajib bagi seseorang untuk berniat puasa ramadhan yang bersifat fardhu. Karna puasa ramadhan itu terkadang dihukumi sunnah bagi anak kecil, maka niat puasa ramadhan itu membutuhkan ketertentuan yaitu menertentukan bahwa puasa ramadhan memang fardhu, untuk membedakan antara puasa nya anak kecil..

> وقال أبو على بن ابي هريرة لا يفتقر الى ذلك لأن رمضان فى حق البالغ لا يكون الا فرضا فلا يفتقر الى تعيين الفرض

Yang kedua pendapat menurut Abu Ali ibn Abi Huroiroh "niat yang semacam itu tidak perlu menertentukan bahwa puasa ramadhan itu fardhu,. Karna puasa ramadhan atas orang yang baligh (dewasa) itu memang fardhu, maka yang sedemikian, tidak perlu untuk menentukan akan kefardhuannya puasa ramadhan...

📖المهذب الجزء الأول ص ١٨١

Bani Mesir 2012 di pp. darur roja

Tahun 2012 menjadi salah satu catatan indah dalam sejarah kebersamaan Bani Mesir. Pondok Pesantren Darur Roja’ kala itu dipenuhi suasana har...